Doa Aurelin Louista

Dahulu kala, sebuah desa kecil di eropa yang memiliki penduduk yang sangat jarang tinggallah digubuk kecil sebuah keluarga sebut saja namanya pak Louis dan istrinya dengan seorang putri kecilnya Aurelin Louista (arel) kira-kira 5 tahunan. Kehidupan mereka sangat miskin jangankan untuk sekolah makanpun mereka kadang hanya 1 kali dalam 2 hari. Walaupun miskin mereka sangat bahagia. Mereka rajin beribadah tapi sayang mereka tidak punya alkitab dan buku lagu.

Suatu malam putri kecilamya arel keluar dengan mengendap-endap diambilnya lentera kemudian ia pergi kepohon dekat rumahnya. Tanpa diketahui olehnya  Ayah Ibunya mengikuti diam-diam . Diletakkan lentera dibawah pohon tersebut kemudian ia berlutut dan berdoa.

Tuhan terima kasih atas kebahagiaan yang Kau beri pada keluarga kami.  Bukannya aku tidak mau mensyukuri, tapiiiiiiiiii Tuhan besok Ayah berulang tahun, Aku ingin.... memberinya sebuah hadiah Alkitab, Engkau tau Tuhan jangankan untuk membeli Alkitab makanpun kami susah.  Aku mohon Tuhan biarlah muzizatmu terjadi padaku.    Amin.

Mendengar doa putrinya ayah dan ibunya menangis kemudian masuk dan pura-pura tidur seolah-olah mereka tidak menyaksikan kejadian tersebut.   Melihat ayah dan ibunya masih terlelap Arelpun kembali tidur.

Tok,tok,tok suara ketukan pintu tersebut membangunkan tidur keluarga tersebut. Dengan sedikit malas arel bangkit dan membuka pintu.

Selamat pagi anak manis ?????? selamat pagi kakek, namaku arel bukan anak manis (jawabnya dengan polos), rupanya yang datang seorang kakek tua.

Siapa arel.....(Tanya ayah dari dalam). Seorang kakek ayah.. arel nggak kenal (jawab arel)

Kemudian ayahnya keluar. Cari siapa Kek,(Tanya Pak Louis ) Oh tidak kebetulan saya mau pergi kedesa seberang untuk menjenguk cucu, tapi saya kelelahan ingin beristirahat sebentar (jawab sang kakek) . Silakan masuk kek (ajak arel sambil menarik tangan sang kakek kemudian ia mengambilkan segelas air putih)kakek duduk diatas tikar yang sudah sangat tua tapi masih kelihat indah karena bersih kemudian meletakkan bungkusan yang dibawanya. Silakan diminum kek...

Setelah berbincang-bincang beberapa menit sang kakek pun pamit untuk pulang.

Terimak kasih nak, Saya sudah segar kembali dan ingin melanjutkan perjalanan (kata sang kakek sambil bangkit berdiri) kemudian keluarga tersebut mengantarnya kedepan. Setelah itu mereka kambali masuk kerumah.  Ayah.. ibu.. bungkusan kakek tertinggal (kata arel melihat bungkusan yang terletak disudut rumah tempat nenek tadi duduk)

Kemudian mereka segera keluar bermaksud memanggil sang kakek, tapi sang kakek telah hilang mereka semua mencarinya. Ayah..Ibu kakek mana ??  (Tanya arel) Entahlah ayah sendiri juga bingung (jawab ayah) setelah merasa tak menemukan mereka kemudian masuk.

Ayah ..Ibu boleh arel membuka bungkusan ini ???? (tanya arel) eemmmmmm boleh asalkan kamu tidak bermaksud untuk memilikinya, mungkin beberapa hari lagi kakek tersebut pasti akan mengambilnya (jawab ibu). Arel membuka bungkusan tersebut,  melihat isinya mereka semua sangat terkejut. Rupanya sebuah alkitab yang sangat bagus dan indah. Wahhhhhhhh, ayah ..Ibu sebuah Alkitab Bagus sekali, pasti harganya sanat mahal

Ayah dan Ibu arel hanya bisa terdiam.

Ketika arel mengangkat alkitab tersebut terjatuh secarik kertas kecil.  Ayah mengambilnya dan membacaya. Kuhadiahkan buat Malaikat Kecilku Aurelin Louista. Untuk kedua kalinya mereka semua sangat terkejut.... Antara percaya dan tidak percaya.  Mereka baru tersadar bahwa yang datang tadi adalah Tuhan.

Kemudian arel berlari kepohon dan berlutut, Terima kasih Tuhan, atas hadiahMu,  Atas mukjizatMu bagi keluarga kami pagi ini

Amin.

Arel kembali berlari kerumah dan mengambil Alkitab tersebut kemudian meyerahkannya pada Ayahnya . Ayah selamat ulang Tahun (Sambil menyerahkan alkitab tersebut pada ayahnya kemudian mencium kening sang ayah)

Ayah dan Ibu arel sangat terharu mereka menangis kemudian berpelukan merasa gembira atas kebahagiaan pagi itu.